NABAT
 Vol.12--No.2018
nAbAt – tocsin or an alarm bell toll
Thursday,Dec 13,2018 
2 Users Online
By nAbAt | September 18, 2018 - 14:31 | Posted in Solidarity | 2 Comments

Solidaritas dengan Anindya Shabrina

Salah satu aktivis perempuan Front Mahasiswa Nasional (FMN), Anindya Shabrina, yang juga aktif di Merah Muda Memudar (MMM) terancam dikriminalisasi setelah mengadukan kasus pelecehan seksual oleh aparat kepolisian yang dialaminya saat pembubaran paksa diskusi mahasiswa Papua di Surabaya pada Jumat 6 Juli 2018.

Mahasiswa Papua yang tinggal di asrama mahasiswa di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur mengadakan pemutaran film tentang tragedi berdarah Biak Papua 1998. Saat diskusi film sedang berlangsung, intelijen kepolisian masuk ke dalam asrama, yang segera diikuti oleh petugas kepolisian yang lain dan personil Satpol PP. Mahasiswa Papua yang berdiri di dekat pintu dan sedang membicarakan diskusi tersebut dengan polisi diseret keluar dan diprovokasi oleh kepolisian.

Camat Tambaksari bersama dengan personil militer, polisi dan Satpol PP kemudian masuk ke dalam asrama. Terlihat pula enam polisi berseragam hitam masuk membawa senjata ke dalam asrama. Lalu, Kepala Camat Tambaksari memerintahkan mahasiswa Papua menunjukan KTP dengan alasan sedang melakukan operasi pemeriksaan. Namun, mahasiswa menolak pemeriksaan, dan mempertanyakan surat tugas, yang tidak dimiliki oleh petugas.

Lebih lanjut, segera terjadi debat antara mahasiswa, yang didukung oleh pengacara LBH Surabaya dengan kepala Camat beserta polisi dengan militer. Polisi menyeret keluar salah seorang pengacara LBH, Bapak Sholeh. Di saat itulah Anindya juga diseret keluar dan mengalami pelecehan seksual. Payudara Anindya diremas, dan saat Anindya berteriak memprotes hal tersebut, para aparat malah tertawa.

Beberapa hari kemudian Anindya menulis serangkaian pernyataan di media sosialnya. Ia bersama LBH juga melaporkan ini ke Propam pada tanggal 09 Juli 2018. Laporan itu ditujukan kepada porpam Polda Jatim dengan Nomor Surat 133/SK/LBH/VII/2018. Surat itu berisi mengenai dugaan pelanggaran kode etik kepolisian saat terjadi peristiwa tanggal 06 Juli 2018 dengan pihak teradu adalah Sdr Kompol Prayitno Kapolsek Tambaksari Kota Surabaya dan Kombes Pol Rudi Setiawan Kapolrestabes Surabaya.

Anindya Justru di laporkan oleh ormas yang mengatasnamakan dirinya Ikatan Keluara besar Papua Surabaya (IKBPS) yang diketuai oleh Piter Frans Rumasek yang juga seorang anggota Satpol PP di Kota Surabaya dengan tuduhan pencemaran nama Baik. Tapi Ikatan Pelajar Dan Mahasiswa Papua (Ipmapa) Se-Surabaya menyatakan bahwa pelaporan tersebut tidak merepresentasikan kepentingan mahasiswa Papua di Surabaya. Tanggal 16 Agustus 2018, keluar surat perintah penyidikan dengan nomor : Sprin-Sidik/665/VIII/RES2.5/2018/Satreskim. Dalam surat tersebut Anindya Shabrina Prasetiyo di jerat dengan pasal 45 ayat (3) Jo pasal 27 ayat (3) Undang-undang RI No 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Undang-undang RI No 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Dengan laporan singkat ini kami menyerukan solidaritas untuk Anindya Shabrina untuk berjuang melawan kriminalisasi. Panjang umur perempuan!

Informasi lebih lanjut:

LBH Surabaya
Jl. Kidal No.6, Pacar Keling, Tambaksari, Kota SBY, Jawa Timur 60131, Jawa Timur
Instagram : @ylbhi_lbhsurabaya
Email : lbh_sby@yahoo.com
Facebook: YLBHI – Lembaga Bantuan Hukum Surabaya
Twitter : @LBH_surabaya
Website: bantuanhukumsby.or.id

Jaringan Anarkis-Feminis Indonesia yang bersolidaritas dengan Anindya
Instagram : @affc.indonesia
Website : antifeminist.noblogs.org



This Post is Tagged with:

2 Responses to Solidaritas dengan Anindya Shabrina

  1. Hi comrades, I have been fighting under the flag of Communism in Syria for a long time from the Syrian YPG revolutionaries,
    Hi comrades, I have been fighting under the flag of Communism in Syria Syrian YPG revolutionaries,

Leave a Comment (Anonymous).

Comment author must fill out name and e-mail. (Email will not be published).

NOTE - You can use these (HTML tags and attributes):

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Whoever lays his hand on our comrade hAcKtIcs, is a usurper and tyrant, and we declare you our enemy.